MOD 60’s Look

Mod style pertama kali di kenal pada tahun 60-an. Mod itu sendiri berasal dari kata modernist atau modern. Gaya ini pertama kali dipopulerkan di Inggris oleh komunitas yang mengendarai scooters. Mod fashion banyak terinspirasi dari pop-art seperti geometric pattern dan warna-warna bold.

Sekarang, gaya mod kembali populer. Kalian bisa mencoba gaya ini untuk penampilan sehari-hari. Gaya mod harus terkesan rapi dan memiliki potongan yang simple.

Dalam pemilihan warna, untuk mengikuti gaya mod kalian harus berani menabrak warna. Warna hitam-putih, warna neon, dan pastel cocok disesuaikan dengan gaya mod. Untuk motif, pilih polka dots dan stripes. Selain itu, pasangkan pakaian kalian dengan ankle boots, oxford shoes, atau clogs.

Sudah dapat inspirasi untuk gaya fashion terbaru kalian? Jangan ragu belanja koleksinya di HijUp!

Glam Overall - Beshara

Polka Cape - Beshara

Trevi Jeans - None Clothing

Kalea Cape - None Clothing

Novelty Pallazo - Beshara

Capria - Beshara

————————

Twitter : @hijup

Instagram : HijUp | #MyHijUp

Pinterest : HijUp

Facebook : HijUpcom

Street style : my.hijup.com

Youtube : HijUp.Com

“Unique and Different is The Next Generation of Beautiful” - Taylor Swift

————————

Twitter : @hijup

Instagram : HijUp | #MyHijUp

Pinterest : HijUp

Facebook : HijUpcom

Street style : my.hijup.com

Youtube : HijUp.Com

Stripes Stay Forever

Sekarang ini motif stripes banyak digunakan oleh designer fashion house dunia seperti Chanel, Louis Vuitton, dll. Motif stripes merupakan motif yang everlasting di dunia fashion. Rasanya motif ini tidak pernah habis masa kejayaannya. Apalagi di tahun ini, trend fashion berputar ke era 60-an. Pada era tersebut motif stripes terlihat stand out dengan pakaian bergaya mod.

image

image

 

image

image

Motif stripes memberikan kesan bold dengan garisnya yang vertikal atau pun horizontal membuat penampilan yang memakainya menjadi lebih menonjol. Dalam pemilihan warna, motif ini paling aman dipakai dengan warna hitam-putih. Stripes vertikal berwarna hitam-putih menampilkan kesan siluet yang bisa menyamarkan bentuk badan yang lebih besar. Tapi jangan takut kalau mau tampil lebih berwarna dengan motif stripes, kalian bisa coba warna merah-putih atau biru-putih.

Tidak hanya membuat kesan kasual bagi si pemakai motif stripes, motif ini juga memberikan nuansa nautical. Nuansa nautical atau laut ini sedang trend juga loh di Indonesia. 

Kalau kalian suka tampil beda dan up-to-date, tidak ada salahnya untuk mencoba motif ini dalam penampilan kalian. Kalian bisa memadukan dua motif sekaligus agar penampilan menjadi lebih berani. Semakin berani kalian memainkan motif, maka penampilan pun akan terlihat lebih stylish. Selamat mencoba! and shop the stunning stripes collection only on HijUp!

Let’s fabulous with HijUp!

Collection:

Saily Shirt - Temiko by Temi Sumarlin

Long Kimono Stripe - Temiko by Temi Sumarlin

Salur Pants by Nasywa

Stripes Skirt - Nada by Nada Rivany

————————

Twitter : @hijup

Instagram : HijUp | #MyHijUp

Pinterest : HijUp

Facebook : HijUpcom

Street style : my.hijup.com

Youtube : HijUp.Com

Menyeimbangkan Kehidupan

image

“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang pertengahan,  agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.”

(Al-Baqarah: 143)

Dari ayat diatas, harus kita ketahui bahwa sebagai umat Muslim, kita harus menjadi umat yang berada di pertengahan. Yang dimaksud dengan umat pertengahan yaitu kita harus menyeimbangkan kehidupan yang kita jalani di dunia ini.

Menyeimbangkan Ilmu dan Amal

Setiap Muslim memiliki potensi dan keahlian masing-masing. Untuk memaksimalkan potensi yang kita miliki, kita harus belajar dan terus mencari ilmu yang sesuai dengan potensi kita tersebut. Namun, kita tidak boleh hanya menekankan ilmu saja, tanpa diimbangi dengan amal perbuatan yang nyata. Misalnya kita tahu banyak teori, tapi teori tersebut tidak pernah kita terapkan. Contohnya saja ada orang yang banyak bicara tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mengetahui bagaimana cara menjaga bumi dari kerusakan, tapi dalam kehidupan sehari-hari yang sebenarnya untuk membuang sampah pada tempatnya saja orang itu tidak pernah melakukannya.

Di sisi lain, sebagai umat Muslim kita tidak boleh hanya menekankan amal ibadah tanpa diimbangi dengan ilmu yang cukup. Sebelum beramal harus diketahui dulu teori dan ilmunya, sehingga amal yang kita perbuat benar sesuai ilmu dan dapat mengantarkan kita menuju tujuan yang ingin kita capai. Beramal tanpa disertai ilmu yang cukup akan menyebabkan kita tersesat di jalan, sehingga tujuannya tidak akan tercapai.

Menyeimbangkan Rasa Takut Dosa dan Harapan

Sebagai seorang Muslim di dalam hidupnya kita tidak boleh selalu merasa takut terhadap dosa-dosa yang kita perbuat sehingga menimbulkan rasa putus asa karena takut tidak akan mendapat ampunan-Nya. Namun sebaliknya, kita juga tidak boleh terlalu berlebihan dalam mengharapkan rahmat dan ampunan Allah sehingga kita meremehkan dosa-dosa yang telah kita perbuat, bahkan dosa besar pun kita anggap enteng. Untuk menjadi Muslim yang baik, kita harus menyeimbangkan kedua hal tersebut. Kita harus menggabungkan rasa takut terhadap siksaan Allah karena dosa-dosa yang telah kita perbuat, tetapi kita juga harus terus berharap rahmat dan ampunan-Nya. Dua hal ini merupakan dua sayap orang Muslim yang baik, sehingga dengan keduanya kita mampu terbang ke angkasa dengan bebas dan penuh percaya diri. Jika salah satu dari kedua sayap itu tidak ada, maka secara otomatis  dia akan terjatuh di jurang kehancuran di dunia dan di akhirat kelak.

Seimbang Dalam Menjalankan Perintah Agama

Dalam menjalankan perintah agama, kita tidak boleh bersikap berlebihan (ifraath) yaitu melampaui batas dari apa yang telah ditetapkan oleh Allah dan rasul-Nya. Misalnya berlebih-lebihan dalam melaksanakan shalat tahajud sehingga tidak ada waktu tidur sama sekali sehingga kita menjadi lemas dan tidak bisa beraktivitas di pagi hari. Tetapi, kita juga jangan bersikap meremehkan (tafriith) ajaran agama. Jadi kita harus menyeimbangkan ibadah kita dan melaksanakannya dengan wajar sesuai yang Rasulullah SAW ajarkan.

Menyeimbangkan Kehidupan Dunia dan Akhirat

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

(Al-Qashash: 77).

Berdasarkan ayat di atas, sebagai Muslim kita harus menyeimbangkan kehidupan dunia-akhirat. Kita tidak boleh mementingkan kehidupan dunia yang sedang kita jalani sekarang tanpa memikirkan kehidupan akhirat nanti. Ini adalah hal yang paling penting untuk kehidupan kita. Tanpa kita sadari, kita sering terlalu sibuk mencari nafkah dan kenikmatan di dunia. Kita sibuk bekerja hingga lupa untuk melaksanakan sholat dan menelantarkan keluarga. Di sisi lain, kita juga tidak boleh hanya melaksanakan ibadah, berdoa kepada allah sepanjang hari tanpa disertai usaha. Kita lupa untuk mencari nafkah untuk keluarga, dan bergaul dengan orang lain.

Sikap yang paling tepat kita lakukan adalah memadukan antara kepentingan dunia dan akhirat sekaligus, mencari dunia tanpa megorbankan akhirat dan memperhatikan akhirat tanpa mengabaikan kehidupan dunia.

—————————————————

Twitter : @hijup

Instagram : HijUp | #MyHijUp

Pinterest : HijUp

Facebook : HijUpcom

Street style : my.hijup.com

Youtube : HijUp.Com

Today’s photoshoot with @amiarubby of @HijUpModelLook finalist & @ZAURAmodels. She wears Jenahara’s newest collection. Coming soon only on HijUp!

————-

Lets fabulous with HijUp!

Twitter : @hijup

Instagram : HijUp | #MyHijUp

Pinterest : HijUp

Facebook : HijUpcom

Street style : my.hijup.com

Youtube : HijUp.Com

picture taken from here